October 9, 2025

Membaca Fenomena Kabar Bohong Pilpres 2019 di Indonesia Berdasarkan Kaca Mata Herbert Marcuse, Jurgen Habermas, dan Zygmunt Bauman

Yohanes Wahyu Prasetyo

(Biarawan Ordo Fransiskan – Alumnus Program Studi Sarjana dan Pascasarjana STF Driyarkara Jakarta)

 

Kabar bohong atau hoaks merajalela sebelum, pada saat, dan sesudah Pilpres 2019. Berdasarkan kaca mata Herbert Marcuse, fenomena kabar bohong terkait erat dengan sistem kapitalisme, mementingkan keuntungan dan mengabaikan kebenaran. Sehingga masyarakat dilihat sekadar sebagai benda dan objek. Selanjutnya, berdasarkan kaca mata Jürgen Habermas, fenomena kabar bohong terjadi karena lemahnya dialog komunikatif dan tanggung jawab etis, di mana media digunakan sebagai senjata opini partai politik. Sedangkan berdasarkan kaca mata Zygmunt Bauman, fenomena kabar bohong memerlihatkan bahwa masyarakat diperlakukan sebagai orang luar, orang asing, dan orang lain.

Jurnal