July 15, 2026

Santo Filipus dari Yesus: Martir Pertama Meksiko yang Gugur di Jepang

Yohanes Wahyu Prasetyo

(Biarawan Ordo Fransiskan – Alumnus Program Studi Sarjana dan Pascasarjana STF Driyarkara Jakarta)

Kisah Santo Filipus dari Yesus terkait dengan kematian Santo Pedro Bautista Blásquez dan Para Martir Suci Jepang yang diperingati pada 6 Februari. Filipus lahir di kota Meksiko pada 1572, putra imigran Spanyol Alfonso de las Casas dan Antonia Ruiz Martínez. Ia digambarkan sebagai anak yang gelisah dan nakal – sehingga suatu hari pengasuhnya berkata demikian, “Apakah Filipus seorang santo? Ya, ketika pohon ara ini menumbuhkan daun hijau baru!” (Is Felipe a saint? Yes, when this fig tree sprouts new green leaves! / Filippo è un santo? Si, quando questo fico metterà nuove foglie verdi!). Menurut kisah, pohon ara tersebut tumbuh daun hijau baru pada hari kematian Filipus serta menjadi ciri ikonografinya.

Pada usia dua puluh empat tahun, ia masuk novisiat Fransiskan di La Puebla de los Ángeles. Pimpinan membandingkannya dengan “piala perak murni yang hanya Tuhan yang tahu dan ingin mengukirnya” (pure silver chalice that only God knew and wanted to chisel / calice d’argento puro che Dio solo sapeva e voleva cesellare). Hidupnya bagaikan labirin persimpangan jalan – setelah meninggalkan novisiat – ia dikirim ayahnya ke Manila – Filipina untuk mengejar karier di bidang perdagangan. Filipus terpesona oleh keduniawian – ketika kehabisan uang dan ditinggalkan teman-temannya – ia mempertimbangkan kembali panggilannya serta kembali ke persaudaraan Fransiskan di Manila. Ia mengucapkan kaul kekal pada 1594 dan dikirim ke Meksiko untuk ditahbisan sebagai imam bersama para saudara yang lainnya. Tetapi kapal yang ditumpangi tidak sampai ke tujuan – kandas di Jepang – mereka memutuskan untuk tinggal di sana sebagai misionaris yang awalnya sukses.

Sebagaimana Pedro Bautista Blásquez, Filipus harus menghadapi kebijakan kaisar Hideyoshi dan penguasa lokal yang menentang penyebaran iman Kristiani di kekaisaran. Ia berada di biara Kyoto ketika ditangkap bersama para saudara lainnya. Pada waktu itu Filipus belum ditahbiskan sebagai imam dan sebenarnya bisa menghindari penyiksaan serta pemenjaraan. Tetapi ia dengan sukarela memilih nasib yang sama seperti para misionaris lainnya.

Filipus dan dua puluh lima martir lainnya menjadi bahan ejekan publik di jalan-jalan Kyoto serta Nagasaki. Telinga mereka dipotong dan sampai pada akhirnya di bukit Nishizaka – enam saudara Fransiskan (Ordo Pertama dan Ordo Ketiga), tiga Yesuit, dan tujuh belas orang awam Jepang disalibkan. Dalam penderitaan ia berseru, “Yesus, Yesus, Yesus”. Melihat bahwa ia sesak napas karena cincin yang mengikat di leher, para prajurit menusuk dengan dua tombak di sisi tubuhnya – salah satunya menembus jantung. Ia meninggal sebagai martir pada 1597. Ia dibeatifikasi bersama para martir lainnya pada 14 September 1627 oleh Urbanus VIII dan dikanonisasi pada 8 Juni 1862 oleh Pius IX serta menjadi Santo pertama yang berasal dari Meksiko.

Selama masa penahanan yang sangat singkat ia sempat menulis surat perpisahan:

Malam berlalu begitu cepat. Besok saya akan mati dieksekusi di kayu salib, tetapi saya tidak takut. Pikiran saya tertuju pada kalian dan tanah air tercinta. Sekarang, menjelang baptisan darah Kristus, saya teringat saat dibaptis di katedral Meksiko dan saat-saat saya menghadiri Misa di San Francisco de Plateros. Saya menyesali tahun-tahun yang terbuang untuk mengejar keinginan egois dan bejat. Terpujilah Tuhan yang menolong saya, dan saya menyadari bahwa ini tidak layak untuk dijalani. Saya ingin menjadi misionaris, tetapi sekarang Tuhan memberi saya pahala sebelum pekerjaan dimulai, memberi saya kesempatan untuk mengabdikan hidup saya untuk membuktikan kasih saya. Saya menyesal tidak kembali ke Meksiko, bahkan untuk sehari pun, tetapi saya akan kembali. Saya yakin saya akan kembali untuk memberi tahu semua orang bahwa kehidupan sejati yang layak dijalani adalah kehidupan kekal.

Nagasaki – Jepang, 4 Februari 1597

Damai dan kebaikan untuk semua,

Saudara Filipus dari Yesus

Sumber Bacaan:

https://ofm.org/en/st-felipe-de-jesus.html

Alam Pikiran Fransiskan