July 15, 2026

Santa Colette Boylet: Reformator Ordo Klaris Miskin

Yohanes Wahyu Prasetyo

(Biarawan Ordo Fransiskan – Alumnus Program Studi Sarjana dan Pascasarjana STF Driyarkara Jakarta)

Santa Colette Boylet (1381-1447) muncul sebagai reformator Ordo Klaris Miskin (Poor Clare Order / Ordine delle Clarisse) selama Skisma Barat Besar. Upaya reformisnya lahir bukan dari kehendak untuk berinovasi, tetapi dari kehendak mendalam untuk kembali pada orisinalitas karisma Santo Fransiskus dan Santa Klara. Sejak kecil perjalanan spiritualnya ditandai dengan pencarian mendalam akan Tuhan. Dibesarkan dalam lingkungan yang saleh, ia sejak dini menunjukkan kepekaan khusus terhadap doa dan kontemplasi. Pencariannya akan radikalitas awalnya membawanya bereksperimen dengan berbagai bentuk kehidupan religius dari Beguines (Beghine) hingga Benediktin – sampai ia memilih pengasingan yang dijalaninya dari 1402 sampai 1406 di sebuah sel kecil yang berdekatan dengan gereja Corbie.

Reformasi yang dipromosikannya didasarkan pada beberapa pilar penting. Pertama, pentingnya doa pribadi dan komunal dengan perhatian khusus pada liturgi serta perayaan Ekaristi. Kedua, kesederhanaan dan kemiskinan dipraktikkan secara radikal, melepaskan semua harta benda dan penghasilan, dan hidup dari sedekah – selaras dengan cita-cita Fransiskan yang asli. Ketiga, mempraktikkan puasa harian (kecuali hari Minggu dan Natal) dan pantang makan daging. Selain itu, dimensi komunitas merupakan inti dari reformasinya. Colette memberikan penekanan khusus pada keharmonisan dan kasih persaudaraan di antara para saudari – memandang kehidupan bersama sebagai tempat istimewa untuk pengudusan. Kehidupan biara dan keheningan dipatuhi dengan ketat, tetapi selalu dengan tujuan untuk memupuk persatuan dengan Tuhan serta kasih terhadap sesama.

Karya reformisnya berkembang dalam persekutuan yang mendalam dengan Gereja. Ia aktif bekerja untuk persatuan Gereja dan mempertahankan relasi dengan tokoh seperti Santo Vincentius Ferrer dan Santo Yohanes dari Capistrano. Reformasinya mendapatkan persetujuan dari Minister General Fransiskan dan Pius II pada 1458. Kasih kepada kaum miskin mewarnai seluruh hidupnya. Bahkan sejak muda ia rela tidak makan untuk diberikan kepada yang membutuhkan dengan berkata, “Jika saya tidak mengasihi kaum miskin, sepertinya saya tidak akan mengasihi Tuhan yang Maha Baik” (If I did not love the poor, it seems to me that I would not love the good God / Se non amassi i miseri, mi sembra che non amerei il buon Dio). Selama masa pertapaannya, ia mengabdikan dirinya untuk menjahit pakaian bagi kaum miskin dan karyanya sebagai pendiri (delapan belas biara dalam kurun waktu empat puluh tahun) disertai dengan perhatian khusus kepada mereka yang paling membutuhkan.

Spiritualitasnya yang berpusat pada Kristus dan Ekaristi diungkapkan dalam kehidupan kontemplasi yang intens, dikombinasikan dengan aktivitas tanpa lelah dalam pelayanan reformasi. Karyanya meninggalkan kesan mendalam pada keluarga Fransiskan sedemikian rupa, sehingga sampai saat ini masih terdapat banyak biara tradisi Colettine (Colettina) di seluruh dunia, saksi tradisi spiritual yang terus berbicara kepada Gereja kontemporer.

Sumber Bacaan:

https://ofm.org/en/7-february-memorial-of-st-colette-boylet.html

Alam Pikiran Fransiskan