July 22, 2026

Santo Petrus Regalado: Guru Spiritual dan Pengkhotbah yang Fasih

Yohanes Wahyu Prasetyo

(Biarawan Ordo Fransiskan – Alumnus Program Studi Sarjana dan Pascasarjana STF Driyarkara Jakarta)

Petrus Regalado lahir di Valladolid – Spanyol pada 1390 dari pasangan bangsawan Pedro dan Maria de la Costanilla. Kemudian ia menjadi yatim karena ayahnya meninggal. Ia sangat dicintai ibunya dan ingin menjadikannya teladan kesalehan serta hidup religius. Petrus masuk biara Fransiskan di Valladolid pada usia tiga belas tahun dan pada 1403/1404 diterima sebagai anggota Ordo Saudara-Saudara Dina. Pada saat itu Petrus menyaksikan kelonggaran moral dan kelelahan menjalani hidup religius yang disebabkan oleh seringnya wabah penyakit yang melanda Eropa. Selain itu, ia mengetahui upaya reformasi yang disebut Villacrezian Recollection (Recollezione Villacreziana), diprakarsai Pedro de Villacreces yang reputasinya sebagai orang suci telah menyebar luas dari pertapaannya di La Aguilera – Keuskupan Osma. Petrus bergabung dengannya dan merasakan relasi serta harmoni spiritual dengan pertapa reformis itu yang kemudian ia pilih sebagai pembimbing spiritual. Dalam semangat pembaharuan yang menyelimuti La Aguilera, Petrus memulai jalan ketaatan dan kesetiaan yang paling ketat – menjadi kolaborator yang berkomitmen dengan gurunya untuk mengembalikan kehidupan religius Fransiskan ke kemurniannya yang otentik.

Petrus ditahbiskan menjadi imam pada 1413 dan menemani Pedro de Villacreces mendirikan sebuah pertapaan – terinspirasi oleh kemiskinan serta kesederhanaan radikal Santo Fransiskus dan para pengikut pertama. Sehingga lahirlah pertapaan El Abrojo atau “Scala Cœli” dengan novisiat yang berada di bawah Observant Province of the Conception (Provincia osservante della Concezione) atau Cantabria. Ia tinggal di sana selama beberapa tahun, kemudian pindah ke Laguna de Duero di Provinsi Valladolid untuk mendirikan biara. Kehidupan pertobatannya menarik perhatian banyak orang – mereka berbondong-bondong untuk mendengarkannya, terpesona oleh kejelasan pesan dan teladan yang ditunjukkannya. Setelah Pedro de Villacreces meninggal pada 1422, Petrus diangkat menjadi vikaris oleh para saudara dari dua biara pertama dengan tanggung jawab melanjutkan komitmen reformisnya yang didasarkan pada keselarasan hidup dengan kaum miskin dan Kristus yang Tersalib.

Ia menonjol sebagai guru spiritual dan pengkhotbah yang fasih, karena kesucian serta kehangatan nasihatnya. Ketenaran kebajikannya menyebar – bahkan raja Juan I mendatanginya untuk meminta nasihat – sehingga Petrus meningkatkan pertobatan dan puasanya. Ia menghabiskan masa akhir hidupnya dari 1445 sampai 1456 dalam kontemplasi, fokus pada praktik pertobatan dan adorasi Ekaristi serta devosi kepada Maria untuk mengenang sengsara Yesus Kristus. Pada 1455 Minister General Giacomo Bussolini di Mozzanica menulis surat kepadanya memuji karya reformisnya dan mengangkatnya sebagai vikaris pertapaan Spanyol. Namun, saat itu Petrus sudah mendekati akhir hayatnya. Ia ingin memastikan kelanjutan pembaharuan yang telah dilakukan di biara-biara tempat ia tinggal dengan mempercayakan kepemimpinan kepada Leo Salazar. Ia meninggal pada 30 Maret 1456 di La Aguilera. Ketenaran mukjizat yang menyertai sepanjang hidupnya semakin meningkat setelah kematiannya. Proses pengakuan atas kebajikannya diakhiri dengan beatifikasi oleh Inosensius XI pada 1684. Kemudian ia dikanonisasi pada 29 Juni 1746 oleh Benediktus XIV. Ikonografi Italia dan Spanyol menggambarkan Petrus sedang membagikan roti kepada kaum miskin serta mengarahkan pandangan mereka ke salib.

Sumber Bacaan:

https://ofm.org/en/st-peter-regalado.html

Alam Pikiran Fransiskan